Harga Konfigurasi NAS & SAN Terlengkap

Jasa Install Dan Setting Server NAS | Jasa Instalasi dan Konfigurasi NAS | Jasa Setting NAS Storage Terbaik | Jasa Setup Synology NAS

Jasa Install Dan Setting Server NAS | Jasa Instalasi dan Konfigurasi NAS | Jasa Setting NAS Storage Terbaik | Jasa Setup Synology NAS


Konfigurasi NAS (Network Attached Storage) dan SAN (Storage Area Network) memiliki perbedaan mendasar dalam cara penyimpanan dan pengelolaannya. Keduanya menyediakan solusi penyimpanan data yang efisien dan terkelola, namun mereka digunakan dalam konteks yang berbeda. Mari kita bahas lebih mendalam mengenai harga konfigurasi NAS dan SAN untuk memberikan gambaran yang lebih jelas.

1. Apa itu NAS dan SAN?

NAS (Network Attached Storage) adalah perangkat penyimpanan data yang terhubung langsung ke jaringan dan memungkinkan berbagai perangkat untuk mengakses data secara bersama-sama. NAS dirancang untuk berbagi file antar perangkat di jaringan lokal (LAN) dan umumnya digunakan dalam lingkungan rumah atau kantor kecil hingga menengah.

SAN (Storage Area Network), di sisi lain, adalah sistem penyimpanan yang lebih kompleks dan sering digunakan oleh perusahaan besar. SAN menghubungkan beberapa server ke perangkat penyimpanan terpusat melalui jaringan berkecepatan tinggi. SAN memberikan akses blok-level ke data, yang lebih efisien untuk aplikasi yang memerlukan kinerja tinggi seperti basis data dan virtualisasi.

Baca Juga: Harga NAS Server Terbaik

2. Harga Konfigurasi NAS

Harga konfigurasi NAS sangat bervariasi tergantung pada kapasitas, fitur, dan merk perangkat yang dipilih. Berikut adalah beberapa contoh konfigurasi NAS berdasarkan ukuran dan tingkat kebutuhan:

a. NAS untuk Pengguna Rumah atau Kantor Kecil

Untuk penggunaan pribadi atau kantor kecil, NAS yang lebih terjangkau dapat memberikan solusi penyimpanan yang cukup memadai.

  • Merk: Synology, QNAP, atau WD
  • Kapasitas: 2 hingga 4 drive hard disk
  • Harga: Mulai dari sekitar Rp 3.000.000 hingga Rp 15.000.000

Contoh model:

  • Synology DS220+ (2 bay) dengan harga sekitar Rp 4.500.000.
  • QNAP TS-251D (2 bay) sekitar Rp 4.800.000.
  • WD My Cloud EX2 Ultra (2 bay) sekitar Rp 4.000.000.

NAS pada tingkat ini umumnya menggunakan drive berkapasitas 4TB hingga 10TB per drive, dengan kapasitas total berkisar antara 4TB hingga 40TB. Model ini cocok untuk pengguna rumahan yang membutuhkan penyimpanan untuk file multimedia, backup, dan berbagi file antar perangkat.

b. NAS untuk Bisnis Kecil dan Menengah (UKM)

Bagi bisnis yang memerlukan penyimpanan lebih besar dan akses file yang lebih cepat, NAS dengan lebih banyak fitur seperti kemampuan RAID, kemampuan virtualisasi, dan manajemen yang lebih baik akan diperlukan.

  • Merk: Synology, QNAP, atau Asustor
  • Kapasitas: 4 hingga 12 drive hard disk
  • Harga: Mulai dari sekitar Rp 15.000.000 hingga Rp 50.000.000

Contoh model:

  • Synology DS1621+ (6 bay) sekitar Rp 25.000.000.
  • QNAP TS-873A (8 bay) sekitar Rp 32.000.000.
  • Asustor AS6404T (4 bay) sekitar Rp 15.000.000.

NAS pada level ini mendukung kapasitas penyimpanan mulai dari 10TB hingga 100TB, dengan fitur canggih seperti enkripsi data, server multimedia, dan aplikasi bisnis lainnya. Sistem ini juga menawarkan redundansi data dan performa yang cukup baik untuk aplikasi ringan hingga menengah.

c. NAS untuk Perusahaan Besar

Untuk perusahaan besar, NAS biasanya menyediakan kapasitas penyimpanan yang sangat besar, serta manajemen data dan integrasi yang lebih kompleks.

  • Merk: NetApp, Dell EMC, atau HPE
  • Kapasitas: 12 hingga lebih dari 100 drive
  • Harga: Mulai dari sekitar Rp 100.000.000 hingga lebih dari Rp 1.000.000.000

Contoh model:

  • NetApp FAS2720 (6 bay) sekitar Rp 150.000.000.
  • HPE MSA 2050 (12 bay) sekitar Rp 200.000.000.
  • Dell EMC Unity XT 380 (lebih dari 100 drive) sekitar Rp 800.000.000 hingga Rp 1.500.000.000.

Sistem NAS perusahaan besar memiliki kapasitas penyimpanan lebih dari 100TB, dan menawarkan fitur-fitur seperti deduplikasi data, virtualisasi, high-availability, serta cloud integration yang penting untuk skala perusahaan besar dengan banyak data dan kebutuhan kinerja tinggi.

3. Harga Konfigurasi SAN

Sementara NAS lebih fokus pada berbagi file, SAN lebih menekankan pada akses blok-level yang lebih cepat dan efisien, terutama untuk aplikasi yang memerlukan kinerja tinggi. Berikut adalah harga konfigurasi SAN berdasarkan skala kebutuhan.

a. SAN untuk Bisnis Kecil dan Menengah (UKM)

Sistem SAN untuk UKM lebih mengutamakan kecepatan dan performa, namun dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan sistem untuk perusahaan besar.

  • Merk: Dell EMC, HPE, atau NetApp
  • Kapasitas: 10 hingga 50TB
  • Harga: Mulai dari sekitar Rp 100.000.000 hingga Rp 500.000.000

Contoh model:

  • HPE MSA 2050 SAN Storage (12 drive) sekitar Rp 120.000.000.
  • Dell EMC SCv3020 (30TB) sekitar Rp 250.000.000.
  • NetApp AFF A200 (20TB) sekitar Rp 350.000.000.

SAN pada level ini cocok untuk aplikasi yang membutuhkan penyimpanan data dengan latensi rendah dan throughput tinggi, seperti aplikasi basis data dan virtualisasi.

b. SAN untuk Perusahaan Besar

Sistem SAN untuk perusahaan besar dirancang untuk kebutuhan penyimpanan data yang sangat besar, dengan ketersediaan tinggi, redundansi, dan manajemen yang lebih kompleks. Sistem SAN ini sering digunakan di pusat data dan untuk aplikasi kritis.

  • Merk: NetApp, Dell EMC, HPE, atau Pure Storage
  • Kapasitas: 50TB hingga lebih dari 500TB
  • Harga: Mulai dari sekitar Rp 500.000.000 hingga lebih dari Rp 5.000.000.000

Contoh model:

  • Dell EMC Unity XT 480 (50TB) sekitar Rp 700.000.000.
  • HPE 3PAR StoreServ 8400 (100TB) sekitar Rp 1.500.000.000.
  • NetApp AFF A800 (500TB) sekitar Rp 3.000.000.000.

Sistem SAN kelas enterprise ini menyediakan keandalan yang sangat tinggi, dengan kemampuan manajemen data canggih, redundansi, dan skalabilitas. Ideal untuk penyimpanan aplikasi kritis seperti ERP, analitik data besar, dan aplikasi virtualisasi skala besar.

4. Perbedaan Utama antara NAS dan SAN

  1. Protokol Akses:
    • NAS menggunakan protokol file-level seperti NFS, SMB, atau AFP.
    • SAN menggunakan protokol blok-level seperti iSCSI atau Fibre Channel.
  2. Skalabilitas:
    • NAS mudah untuk ditingkatkan dengan menambah lebih banyak drive.
    • SAN membutuhkan jaringan dan perangkat keras tambahan untuk meningkatkan kapasitas.
  3. Kinerja:
    • SAN menawarkan kinerja yang lebih tinggi dan latensi lebih rendah, cocok untuk aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi.
    • NAS lebih cocok untuk aplikasi berbasis file dan penggunaan ringan hingga menengah.
  4. Biaya:
    • NAS lebih terjangkau dan lebih mudah diimplementasikan untuk penggunaan kecil hingga menengah.
    • SAN lebih mahal dan lebih cocok untuk perusahaan besar dengan kebutuhan kinerja dan kapasitas yang sangat tinggi.

5. Kesimpulan

Harga konfigurasi NAS dan SAN sangat bervariasi tergantung pada skala dan kebutuhan penyimpanan. Untuk rumah atau usaha kecil, NAS menawarkan solusi yang lebih terjangkau dan mudah digunakan. Namun, untuk perusahaan besar dengan kebutuhan kinerja tinggi, SAN adalah pilihan yang lebih baik meskipun dengan harga yang jauh lebih tinggi. Keputusan antara NAS dan SAN harus didasarkan pada kebutuhan spesifik perusahaan atau individu, serta anggaran yang tersedia.

Comments are disabled.

Call us +1 (800) 123 4567